Rabu, 22 April 2009

Glowing Your Skin

Kulit yang sehat, segar dan bersinar adalah kulit yang dapat bernafas lega, bebas dari tumpukan sel kulit mati dan berbagai macam debu ataupun sisa-sisa make up. Untuk mendapatkannya, cara terbaik dan termudah adalah dengan melakukan pengelupasan secara teratur (berkala).
Untuk melakukan pengelupasan kulit, ada dua jenis bahan yang dapat dipilih :

1. Physical Exfoliator
Bahan ini bekerja secara fisik dengan cara digosokkan di permukaan kulit, mengandung
butiran-butiran halus, biasa disebut scrub, bisa terbuat dari bahan alami maupun kimia.

2. Chemical Exfoliatior
Bekerja dengan meluruhkan sel kulit mati dengan cara melarutkan perekat yang mengikat
sel-sel kulit mati satu dengan lainnya. Walaupun disebut 'chemical' namun bahan ini juga bisa
terbuat dari bahan alami maupun kimia.

Secara umum, chemical exfoliator ini lebih aman karena tidak banyak menimbulkan rangsangan karena tidak perlu digosok-gosok. Bahan ini akan meresap sampai kedalam dan meluruhkan sel-sel kulit mati. Idealnya, gabungkan pemakaian dua jenis exfoliator ini agar hasilnya maksimal, hanya saja untuk kulit sensitif, berjerawat atau terlalu kering sebaliknya tidak menggunakan physical exfoliator.
Pengelupas alami ada yang berasal dari enzim (misalnya enzim papain yang terdapat pada buah pepaya) yang dapat menguraikan ikatan-ikatan protein pada sel kulit mati, dan ada pula bahan yang bersifat asam yang dapat meluruhkan perekat antar sel kulit mati tersebut.
Disini saya akan membahas tiga macam asam yang biasa digunakan dalam chemical peeling/chemical exfoliation:

1. AHA (Alpha Hydroxy Acid), dari buah-buahan seperti anggur (asam tartarat), apel(asam malat), jeruk nipis (asam sitrat), gula tebu (asam glikolat),dll. dari semua itu, yang memiliki molekul terkecil adalah asam glikolat, sehingga memiliki efek pengelupasan yang lebih baik karena dapat jauh meresap kedalam kulit.

2. BHA (Beta Hydroxy Acid), contohnya asam salisilat, asam ini larut dalam lemak, baik untuk mereka yang memiliki kulit berminyak, bersifat anti bakteri, mengecilkan pori-pori membantu mencegah jerawat. BHA tidak mengiritasi kulit.

3. PHA (Poly Hydroxy Acid), fungsinya sama, hanya saja karena molekulnya lebih besar daripada AHA dan BHA maka penyerapannya ke dalam kulit lebih terbatas, sehingga kurang berdampak mengiritasi kulit.

AHA dan BHA yang digunakan untuk mengelupas kulit konsentrasinya harus diatas 5% untuk AHA dan diatas 3% untuk BHA (kurang dari itu hanya akan berfungsi sebagai pelembab saja) dengan pH sekitar 3 sampai 4, pada pH yang lebih tinggi, mungkin akan tidak terasa pedih, tetapi efektifitasnya kurang.
Yang paling aman menggunakan buah-buahan alami, seperti air jeruk nipis, air tomat atau air asam dioleskan langsung ke kulit yang telah dibersihkan, atau dikentalkan dengan tepung (bisa tepung beras atau tepung gandum) untuk dipakai sebagai masker.

3 komentar:

  1. testing, halo. Saya senang baca artikel ini, cocok untuk kulit saya yang jelek he he

    BalasHapus
  2. hai salam kenal blog ente boleh juga tuh kunjungi juga blog aneoce.

    BalasHapus
  3. Assalamu'alaikum
    Wah...blognya oke... Saya mau belajar banyak mbak....

    BalasHapus